http://wildfire.gigya.com/wildfire/PostAndNavigate.aspx?iSnid=64&networkName=facebook§ion=&combo2=&text1=Islamic%20Widget&text2=&SocNetUsername=&SocNetPassword=&authCode=&HtmlContent=%3cimg%20style%3d%22visibility%3ahidden%3bwidth%3a0px%3bheight%3a0px%3b%22%20border%3d0%20width%3d0%20height%3d0%20src%3d%22http%3a%2f%2fc.gigcount.com%2fwildfire%2fIMP%2fCXNID%3d2000002.0NXC%2fbHQ9MTM%2aNDE%2aODU3NjEwOSZwdD%2axMzQ%2aMTQ4NTg3OTIxJnA9MjM4OTgxJmQ9SXNsYW1pYyUyMFdpZGdldCUzYSUyMGxlZC1%2aaWNr%2fZXImbj1mYWNlYm9vayZnPTEmbz%2axY2NmZDc4NTg1ZmE%2aNjMwOTUzNmMwMjc%2aNDdjM2ExNSZvZj%2aw.gif%22%20%2f%3e%3cdiv%20style%3d%22margin%3a0px%20auto%3btext-align%3acenter%3bwidth%3a425px%3bheight%3a70px%3b%22%3e%3cembed%20src%3d%22http%3a%2f%2fwidgets.al-habib.info%2fimages%2fProtected_islamic-widget-led-ticker_wpd.swf%22%20width%3d%22425%22%20height%3d%2270%22%20flashvars%3d%22col1%3dff6600%26col2%3d33cc00%26text1%3dSalam%2520Pramuka%2520Dan%2520Salam%2520Sejahtera%26calli%3d2%22%20swliveconnect%3d%22true%22%20quality%3d%22autohigh%22%20loop%3d%22false%22%20menu%3d%22false%22%20wmode%3d%22transparent%22%20allowScriptAccess%3d%22sameDomain%22%20type%3d%22application%2fx-shockwave-flash%22%20pluginspage%3d%22http%3a%2f%2fwww.adobe.com%2fgo%2fgetflashplayer%22%20%2f%3e%3cbr%20%2f%3e%3cimg%20style%3d%22visibility%3ahidden%3bwidth%3a0px%3bheight%3a0px%3b%22%20border%3d0%20width%3d0%20height%3d0%20src%3d%22http%3a%2f%2fwidgets.al-habib.info%2fimages%2fblank.gif%3f_alhacid%3d1344148560196%22%3e%3c%2fdiv%3e&isLayout=false&additionalParams=useFacebookMystuff%3dfalse&partner=238981&source=&partnerData=Islamic%20Widget%3a%20led-ticker&postAsBulletin=false&BulletinSubject=&BulletinHTML=&captchaText=&referrer=http%3a%2f%2fwww.al-habib.info%2fislamic-widget%2fled-ticker-message.htm&postURL=&previewUrl=&previewUrl2=&previewUrl3=&previewCaptureTimeout=-1&openInWindow=true&campaignId=0&adGroupId=0&creativeId=0&publisherId=0&cl=false&gen=1&srcNet=&loadTime=1344148576109&pt=1344148587921&trackCookie=
http://wildfire.gigya.com/wildfire/PostAndNavigate.aspx?iSnid=64&networkName=facebook§ion=&combo2=&text1=Islamic%20Widget&text2=&SocNetUsername=&SocNetPassword=&authCode=&HtmlContent=%3cimg%20style%3d%22visibility%3ahidden%3bwidth%3a0px%3bheight%3a0px%3b%22%20border%3d0%20width%3d0%20height%3d0%20src%3d%22http%3a%2f%2fc.gigcount.com%2fwildfire%2fIMP%2fCXNID%3d2000002.0NXC%2fbHQ9MTM%2aNDE%2aODU3NjEwOSZwdD%2axMzQ%2aMTQ4NTg3OTIxJnA9MjM4OTgxJmQ9SXNsYW1pYyUyMFdpZGdldCUzYSUyMGxlZC1%2aaWNr%2fZXImbj1mYWNlYm9vayZnPTEmbz%2axY2NmZDc4NTg1ZmE%2aNjMwOTUzNmMwMjc%2aNDdjM2ExNSZvZj%2aw.gif%22%20%2f%3e%3cdiv%20style%3d%22margin%3a0px%20auto%3btext-align%3acenter%3bwidth%3a425px%3bheight%3a70px%3b%22%3e%3cembed%20src%3d%22http%3a%2f%2fwidgets.al-habib.info%2fimages%2fProtected_islamic-widget-led-ticker_wpd.swf%22%20width%3d%22425%22%20height%3d%2270%22%20flashvars%3d%22col1%3dff6600%26col2%3d33cc00%26text1%3dSalam%2520Pramuka%2520Dan%2520Salam%2520Sejahtera%26calli%3d2%22%20swliveconnect%3d%22true%22%20quality%3d%22autohigh%22%20loop%3d%22false%22%20menu%3d%22false%22%20wmode%3d%22transparent%22%20allowScriptAccess%3d%22sameDomain%22%20type%3d%22application%2fx-shockwave-flash%22%20pluginspage%3d%22http%3a%2f%2fwww.adobe.com%2fgo%2fgetflashplayer%22%20%2f%3e%3cbr%20%2f%3e%3cimg%20style%3d%22visibility%3ahidden%3bwidth%3a0px%3bheight%3a0px%3b%22%20border%3d0%20width%3d0%20height%3d0%20src%3d%22http%3a%2f%2fwidgets.al-habib.info%2fimages%2fblank.gif%3f_alhacid%3d1344148560196%22%3e%3c%2fdiv%3e&isLayout=false&additionalParams=useFacebookMystuff%3dfalse&partner=238981&source=&partnerData=Islamic%20Widget%3a%20led-ticker&postAsBulletin=false&BulletinSubject=&BulletinHTML=&captchaText=&referrer=http%3a%2f%2fwww.al-habib.info%2fislamic-widget%2fled-ticker-message.htm&postURL=&previewUrl=&previewUrl2=&previewUrl3=&previewCaptureTimeout=-1&openInWindow=true&campaignId=0&adGroupId=0&creativeId=0&publisherId=0&cl=false&gen=1&srcNet=&loadTime=1344148576109&pt=1344148587921&trackCookie=

Minggu, 30 September 2012

Tanda Kecakapan Khusus ( 10 TKK Wajib )

Tanda Kecakapan Umum ( TKU ) Pramuka Penegak dan Pandega

Tanda Kecakapan Umum Pramuka Penegak dan Pandega
TKU untuk Pramuka Penegak a. Semua TKU untuk Pramuka Penegak berupa tanda pundak yang dibuat dari kain. Tulisan dan gambar pada tanda tersebut dibuat dengan sulaman benang atau logam berwarna kuning emas. b. Tanda tingkat Penegak Bantara : 1) berbentuk trapesium, berwarna dasar hijau tua, dengan panjang sisi alas 5 cm, sisi atas 4 cm, dan panjang kaki miring kiri dan kanan masing-masing 7,5 cm. 2) di dalam trapezium tersebut terdapat gambar sebuah bintang bersudut lima, di bawahnya terdapat sepasang tunas kelapa yang berlawanan dan di bawah tunas kelapa ini terdapat tulisan BANTARA. c. Tanda tingkat Penegak Laksana : 1) bentuk, ukuran, gambar dan warnanya sama dengan tanda Tingkat Penegak Bantara 2) di bawah sepasang tunas kelapa terdapat tulisan berbunyi LAKSANA TKU untuk Pramuka Pandega a. TKU untuk Pramuka Pandega berupa tanda pundak yang dibuat dari kain. Tulisan dan gambar pada tanda tersebut dibuat dengan sulaman benang atau logam berwarna kuning emas. b. Tanda tingkat Pandega : 1. berbentuk trapesium, berwarna dasar coklat muda, dengan ukuran dan gambar seperti tanda Tingkat Penegak Bantara 2. di bawah sepasang tunas kelapa terdapat tulisan berbunyi PANDEGA

Penggunaan Tanda Umum/ Atribut pada Seragam Pramuka Penggalang Putra

Penggunaan Tanda Umum/ Atribut pada Seragam Pramuka Penggalang Putra Suatu hari orang tua peserta didik bertanya tentang cara pemasangan tanda atribut pada pakaian pramuka, karena putra-putrinya telah menginjak usia siaga dan akan membuatkan baju untuk mereka. Menjelaskan satu persatu tanda – tanda pada atribut di pakaian Pramuka, memang tidak efektif. Maka muncullah ide bikin gambarnya, seperti di bawah ini, tentu saja berdasarkan pada PP tentang tanda umum gerakan pramuka. Semoga bermanfaat. ( Tanda lokasi, satuan dan badge daerah sekedar contoh, diambil dalam satu wilayah ).

Penggunaan Tanda Umum/ Atribut pada Seragam Pramuka Penggalang Putri

Penggunaan Tanda Umum/ Atribut pada Seragam Pramuka Penggalang Putri Suatu hari orang tua peserta didik bertanya tentang cara pemasangan tanda atribut pada pakaian pramuka, karena putra-putrinya telah menginjak usia siaga dan akan membuatkan baju untuk mereka. Menjelaskan satu persatu tanda – tanda pada atribut di pakaian Pramuka, memang tidak efektif. Maka muncullah ide bikin gambarnya, seperti di bawah ini, tentu saja berdasarkan pada PP tentang tanda umum gerakan pramuka. Semoga bermanfaat. ( Tanda lokasi, satuan dan badge daerah sekedar contoh, diambil dalam satu wilayah ).

Tanda Gambar TKK Tambahan tiap Bidang

Sabtu, 29 September 2012

Tanda Penghargaan Bagi Anggota Pramuka Dewasa

Berikut ini adalah Tanda Penghargaan Bagi Anggota Pramuka Dewasa, diberikan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan melalui PP Tanda Penghargaan.

Tanda Jabatan Pemimpin bagi Peserta Didik

Tanda Pemimpin Barung (Utama) dan Wakilnya : a. Tanda Pemimpin Barung Utama, Pemimpin Barung dan Wakilnya dibuat dari kain, berbentuk “Janur” (daun kelapa) berwarna hijau, tiap janur berukuran panjang 5 cm lebar 0,7 cm dan jarak tiap janur 0,5 cm. b. Pemimpin Barung Utama memakai tiga helai janur hijau. c. Pemimpin Barung memakai dua helai janur hijau. d. Wakil Pemimpin Barung memakai satu helai janur hijau. Tanda Pemimpin Regu (Utama) dan Wakilnya : a. Tanda Pemimpin Regu Utama (Pratama) Pemimpin Regu dan Wakilnya sama dengan di atas, dengan janur berwarna Merah b. Pemimpin Utama (Pratama) memakai tiga helai janur merah Pemimpin Regu memakai dua helai janur merah. Wakil Pemimpin Regu memakai satu helai janur merah. Tanda Pemimpin Sangga (Utama) dan Wakilnya : a. Tanda Pemimpin Sangga Utama, Pemimpin Sangga dan Wakilnya sama dengan di atas, dengan janur berwarna kuning. b. Pemimpin Sangga Utama memakai tiga helai janur kuning. Pemimpin Sangga memakai dua helai janur kuning. Wakil Pemimpin Sangga memakai satu helai janur kuning. Tanda Pemimpin Satuan Pandega (bila diperlukan) : a. Bahan, bentuk dan ukuran sama di atas, dengan janur berwarna coklat tua. b. Koordinator Pemimpin Satuan memakai tiga helai janur coklat tua. Pemimpin Satuan memakai dua helai janur coklat tua. Wakil Pemimpin Satuan memakai satu helai janur coklat tua.

Penggunaan/ Tata cara Melipat Setangan/ Pita Leher

Sistem Regristasi Ulang Gugusdepan

Pengertian Regristasi Gugusdepan Banyak hal tentang Administrasi yang perlu diketahui oleh seorang Pembina. Diantaranya tentang SistemRegristrasi ulang untuk Gudep. Pengertian umum Sistem Registrasi Gudep (Gudep) merupakan kelengkapan mutlak suatu organisasi kepramukaan. Selain sebagai kelengkapan administratif, sistem ini merupakan sarana penyediaan data dan informasi yang sangat diperlukan guna mendukung pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan. Registrasi Gugusdepan Setiap Gudep Gerakan Pramuka harus diregistrasi di Kwartir Cabang (Kwarcab) dan hanya akan diakui sebagai satuan Gerakan Pramuka apabila registrasi ini telah dilaksanakan. Registrasi Gudep dilakukan setiap tahun dan sekaligus merupakan pelaporan data Gudep pada keadaan 1 Oktober tahun itu. Tanda Registrasi Kepada setiap Gudep yang telah menyerahkan Formulir Registrasi, diberikan Tanda Registrasi. Tanda Registrasi Gudep ditandatangani oleh Ka Kwarcab atas nama Ka Kwarnas dan berlaku dari tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 31 Desember tahun diterbitkan. Kepada setiap Gudep Gerakan Pramuka diberikan paigam tanda keabsahan sebagai Gugusdepan Gerakan Pramuka, yang diterbitkan oleh Kwarnas. Piagam ini berlaku untuk 3 (tiga) tahun dan akan diperbaharui secara otomatis selama Gudep itu masih terdaftar. Kwarcab adalah Satuan Administrasi Pangkal bagi Gudep dalam wilayahnya. Yakni menangani semua masalah administratif mengenai Registrasi Gudep. Untuk Gudep Gerakan Pramuka yang berpangkalan di luar negeri, yang bertindak sebagai Satuan Administrasi Pangkal adalah Kwartir Nasional. Registrasi Ulang Setiap tahun Gudep Gerakan Pramuka harus melaksanakan registrasi ulang dan sekaligus melaporkan status jumlah anggotanya pada tanggal 1 Oktober tahun itu. Pengiriman Pendaftaran Gudep ke Kwarcab dengan cara Gudep mengisi data Gudep status 1 Oktober tahun berjalan, rangkap 4: Lembar pertama, kedua dan ketiga dikirim ke Kwartir Cabang sebelum tanggal 15 Oktober. Lembar keempat ditahan di Gudep sebagai arsip. ( Kwarcab mengirim Form 1 dan 2 ke Kwarnas dan Kwarda ) Piagam untuk Gudep yang sudah ada Berdasarkan laporan dan rekomendasi Kwarcab mengenai Gudep yang telah diregistrasi, Kwarnas akan menerbitkan Piagam Pengesahan bagi Gudep tersebut. Piagam ini disampaikan kepada Gudep melalui Kwarcab. Untuk Gudep yang lama (bukan Gudep yang baru dibentuk), Piagam disampaikan langsung melalui Kwarcab dan tidak perlu ada pengukuhan atau pelantikan Gudep. Piagam Keabsahan Gudep Gerakan Pramuka berlaku untuk 3 (tiga) tahun. Selama Gudep masih teregistrasi setiap tahunnya, Piagam akan diperbaharui secara otomatis oleh Kwarnas. Sanksi Apabila Gudep tidak melaksanakan registrasi ulang, kepadanya diberikan peringatan pertama, kedua dan ketiga, dan pada bulan keempat Gudep itu dibekukan untuk sementara, apabila tidak ada registrasi ulang dari Gudep tersebut. Gudep yang tidak melakukan registrasi ulang, dianggap tidak aktif lagi dan berhenti sebagai Gudep Gerakan Pramuka dan kehilangan semua haknya. Pemberhentian Gudep ini diratifikasi oleh Musyawarah Cabang (Muscab) dan dilaporkan Ka Kwarcab kepada Kwarnas dan Kwarda. Sumber : PP Kwarnas tentang Regristasi Gudep

Cap-Stempel Kwartir dan Gugusdepan

Menyusun Berita Acara Pengukuhan Dewan Ambalan/Racana

Menyusun Berita Acara Pengukuhan Dewan Ambalan/Racana Acara pelantikan dan pengukuhan memiliki makna tersendiri bagi yang menjalankannya. Pengukuhan sebagai sarana untuk pengesahan dan pemberian pengakuan tanggung jawab bagi yang dilantik. Untuk itu Pengukuhan Dewan Ambalan , salah satunya dengan cara Tanya Jawab dan Ulang Janji, dengan demikian pengukuhan tidak hanya tersirat saja tetapi juga tersurat yaitu dengan adanya penandatanganan berita acara pelantikan. Dalam menyusun berita acara , isi dan makna pelantikan dapat disusun sesuai dengan kebutuhan setempat. Apabila diperlukan maka yang membubuhkan tanda tangan dapat pula ditambah kolom yang menyaksikan/ sebagai saksi ( Bisa dari Kwarran/ DKR atau Salah satu Orang tua anggota Penegak/ Pandega. ) Berikut contoh menyusun berita acara pelantikan Dewan Ambalan/ Racana.

CONTOH BIKIN PROPOSAL PRAKTIS

CONTOH BIKIN PROPOSAL PRAKTIS Jika kamu mau adakan kegiatan kepramukaan terutama Ambalan/ Racana tentunya harus bisa bikin pengajuan usulan kegiatan kepada pembinanya. Berikut ini contoh draf sederhana bagaimana cara buat proposal tentang kegiatan persami, di suatu gugus depan yang berpangkalan di sekolah. Nah, sekarang selamat belajar dan bikin proposal sebanyak banyaknya. PROPOSAL PERKEMAHAN SABTU MINGGU ( PERSAMI ) Penerimaan anggota Penegak Ambalan Diponegoro Gugus Depan Kota Samarinda 11.077 – 11.078 ----------------------------------------------------------------------------------- I. Pendahuluan. ( Latar Belakang Penyelenggaraan Kegiatan) Gerakan Pramuka adalah pendidikan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangasa agar menjadi generasi yang lebih baik, sanggup bertanggung jawab dan mampu membina dan membangun sebagai penerus generasi selanjutnya. Dalam mencapai tujuannya, antara lain dalam upaya menanamkan dan menumbuhkan budi pekerti luhur dengan cara memantapkan mental, moral, fisik, pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman melalui berbagai kegiatan. Untuk hal tersebut perlu memberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan bagi para anggota Pramuka ambalan Diponegoro dalam upaya pembentukan watak dan mental menjadi manusia yang berkepribadian dan berjiwa Pancasila. Kegiatan tersebut selain merupakan upaya pembinaan anggota Amabalan, juga merupakan program kerja tahunan yang telah ditetapkan melalui musyawarah ambalan. II. Dasar Kegiatan. ( Landasan / dasar penyelenggaraan) 1. Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. 2. Program Kerja Ambalan Diponegoro tahun 2004/2005. 3. Rapat Dewan Ambalan pada tanggal 4 September 2004. III. Tujuan. ( Tujuan kegiatan yang hendak dicapai ) 1. Pembekalan materi pengetahuan dan ketrampilan kepramukaan bagi anggota Pramuka Gugus Depan 11.077 – 11.078. 2. Menanamkan disiplin dan mental yang lebih baik. 3. Penerimaan dan pelantikan anggota Ambalan Pramuka Penegak Gugus Depan 11.077 – 11.078. IV. Motto. ( Semboyan selama pelaksanaan kegiatan ) Disiplin – Setia – Persaudaraan V. Nama Kegiatan.( Beri nama kegiatan sesuai kegiatan yang dimaksud ) Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) Jenis Kegiatan : 1. Penjelajahan/ Haiking, 2. Pembekalan dan Pemantapan Materi Kepramukaan. 3. Penerimaan dan Pelantikan anggota. 4. Out Door Games. 5. Api Unggun. 6. Diskusi. 7. Upacara. VI. Waktu dan Tempat. ( Menjelaskan waktu,tempat/ lokasi kegiatan, ) Hari/ Tanggal : Sabtu-Minggu, 2-3 Oktober 2004. (Sabtu mulai 07.30 s/d Minggu 12.00) Tempat : Bumi Perkemahan ............................ VII. Sistim Penyelenggaraan. ( Sistem/ Tehnis pelaksanaan, jadwal ) Kegiatan diselenggarakan dengan cara berkemah/ mendirikan tenda, dengan dibentuk tiap kelompok/ Sangga. Jadwal Kegiatan Terlampir. VIII. Peserta.( Siapa yang ikut, syarat, persyaratan lainnya ) 1. Peserta adalah siswa-siswi kelas 1, atau anggota Pramuka yang telah memenuhi usia Penegak. 2. Sehat Jasmani dan Rohani serta mendapatkan ijin dari Orang tua. 3. Membawa perlengkapan berkemah dan keperluan Pribadi. 4. Memenuhi Persyaratan yang telah ditetapkan Panitia. Daftar Peserta dan Persyaratan Terlampir. IX. Kepanitiaan. ( Siapa yang jadi panitia, pelindung, penasehat dll ) Penyelenggaraan kegiatan telah dibentuk kepanitiaan yang terdiri dari Anggota Pramuka Ambalan Diponegoro. Kepanitian tersebut dibentuk pada tanggal 4 September 2004. Daftar susunan kepanitiaan terlampir. X. Anggaran.( Sunber, besar iuran dan rencana pembiayaan ) Anggaran kegiatan bersumber dari ; 1. Iuran anggota/ Peserta. 2. Kas Ambalan. 3. Bantuan/ Subsidi pihak Sekolah. Perincian anggaran dan kebutuhan terlampir. XI. Penutup. Demikian proposal ini diajukan untuk menjadikan periksa. Selanjutnya atas kebijakan dan dukungan dari berbagai pihak sangat kami harapkan. Atas perhatuiannya diucapkan terima kasih. Samarinda, 11 September 2004. Ambalan Diponegoro Gugus Depan 11.077 – 11.078 Pradana Putra, Pradana Putri, _______________ _______________ Pembina Gudep 11.077. Pembina Gudep 11.078, ............................... ............................... Mengetahui, Kepala Sekolah .................... Selaku Ka Mabigus Gerakan Pramuka ………………………………… Lampiran : 1. Jadwal Kegiatan. 2. Anggaran Penyelenggaraan. 3. Persyaratan dan Daftar Peserta. 4. Blangko surat ijin Orang Tua. 5. Susunan Panitia

Penomoran Surat

Tata Cara Pemberian Kode Nomor Surat Kwartir CARA PERNOMORAN SURAT (SURAT KELUAR) KWARTIR Disusun sebagai berikut : Nomor urut surat keluar Kode Kwartir Kode Komisi/ Bidang CONTOH : 234/ 1133 - C 234 : Nomor Urut surat keluar 1133 : Kode Kwartir Cabang C : Kode Surat /Komisi - Bidang Keterangan : Surat tersebut dikeluarkan oleh Kwartir Cabang; Pada point (b) 11 adalah kode nomor Kwarda dan 33 kode Kwarcab. Apabila surat tersebut dikeluarkan oleh Kwartir Ranting maka penulisan nomor surat menjadi : 113301 ( 01 adalah kode nomor Kwartir Ranting) Adapun Pembagian Kode Surat dan Komisi/ Kelompok sbb : KODE KOMISI/ BIDANG/ KELOMPOK A Pimpinan, Staf, Tata Usaha B Komisi Tekpram C Komisi Giat Ops D Komisi Keuangan E Komisi Administrasi F Lemdika G pramukanet.orgKehumasan H Saka Bahari J Saka Bakti Husada K Saka Bhayangkara L Saka Dirgantara M Saka Kencana N Saka Tarunabumi P Saka Wanabakti Q Badan Pengelola Unit Usaha Kwartir R Unit Usaha Taman Rekreasi Pramuka S Unit Usaha Bumi Perkemahan T Unit Usaha Kedai Pramuka U Unit Usaha Lain ( Percetakan, Koperasi dll) V Yayasan Pramuka Dalam pemberian Kode surat ada beberapa yang kode yang menyesuaikan perubahan komisi yang ada saat ini, seperti yang dilakukan salah satu Kwartir Daerah dengan mengeluarkan SK untuk perubahan itu, seperti : B Komisi Tekpram Komisi Binawasa C Komisi Giat Ops Komisi Program Pendidikan D Komisi Keuangan Komisi Keuangan (Tetap) E Komisi Administrasi Komisi Manajemen Catatan : Penggunaan Kode dengan Huruf I dan O ditiadakan untuk menghindari kesamaan dalam penulisan dengan angka 1(satu) atau 0 ( Nol ). Jika terjadi penambahan kelompok maka dapat diberi kode huruf berikutnya dan bila telah sampai Z dapat dilanjutkan dengan penulisan kode AA, BB dan seterusnya.

Kamis, 09 Agustus 2012

ALL STAND UP

9. ALL STAND UP
Teaching point :
1. Memahami pentingnya fungsi orang lain dalam kesuksesan kerja regu.
2. Memecah kebekuan (ice breaking) dengan saling bersentuhan fisik.
3. Memahami bahwa kekurangan anggota regu (terlalu gemuk atau terlalu kecil) bukan merupakan kendala untuk kinerja regu.
4. Perencanaan strategis.
Lama permainan : 20 – 40 menit
Perlengkapan : Peluit
Instruksi :
a. Kegiatan di mulai dengan sepasang anggota regu duduk bertolak belakang di tanah dengan melipatkan kedua kaki ke arah dada. Kemudian mereka diminta untuk berdiri bersama dengan cara saling menekan punggung, tangan tidak usah berpegangan.
b. Setelah sukses dengan cara yang pertama, sepasang peserta diminta duduk berhadapan, ujung kaki diletakkan saling bersentuhan dengan kaki masing-masing pasangan. Kemudian kedua tangan peserta saling berpegangan antar pasangan. Untuk berdiri peserta diminta menarik pegangan tangan.
c. Setelah sukses dengan cara kedua, jumlah anggota ditambah dari dua jadi empat, enam, delapan dan seterusnya.
d. Mereka dipersilakan mengatur strategi agar sama-sama bisa berdiri serempak.
Debriefing :
1. Teaching point yang dirasakan.
2. Faktor penunjang keberhasilan.
3. Perasaan setelah berhasil.
4. Implikasi terhadap regu.

10. ARUNG JERAM
Tujuan :
1. Kerja sama tim.
2. Kekompakan regu.
3. Yang kuat membantu yang lemah.
4. Menetapkan bersama trategi manajemen secara tepat.
5. Menempatkan diri saat bertindak/ menjalankan tugas.
Alat :
• Tali besar (diameter 4-5 cm/ seukuran tali Perahu).
(Panjang tali sesuaikan dengan anggota regu yang bermain.)
• Kedua ujung tali di ikat dengan kuat.
Pelaksanan :
Semua anggota regu duduk melingkar dengan kedua kaki menjulur (selonjor) ke dalam lingkaran.
Tiap anggota regu kedua tangannya memegang tali, jarak antar anggota regu 0,5 – 1 meter. Jarak semakin rapat semakin baik.

Permainan BUAT BARISAN

7. BAUT BARISAN
Tujuan :
Agar seluruh peserta bisa berkenalan lebih jauh, fisik maupun sifat-sifat mereka, sekaligus melatih mereka bekerjasama dalam kelompok.
Langkah-langkah :
a. Peserta di bagi dalam 2 kelompok yang sama banyak (bila jumlah peserta ganjil, seorang pemandu bisa masuk ke dalam salah 1 kelompok).
b. Pemandu menjelaskan aturan permainan sebagai berikut :
• Kedua kelompok akan berlomba menyusun barisan. Barisan disusun berdasarkan aba-aba pemandu : tinggi badan, panjang rambut, usia dst.
• Pemandu akan menghitung sampai 10, kemudian kedua kelompok, selesai atau belum, harus jongkok.
• Setiap kelompok secara bergantian memeriksa apakah kelompok lawan telah melaksanakan tugasnya dengan benar.
• Kelompok yang menang adalah kelompok yang melaksanakan tugasnya dengan benar dan cepat (bila kelompok dapat meyelesaikan tugasnya sebelum hitungan ke 10 mereka boleh langsung jongkok untuk menunjukkan bahwa mereka telah selesai melakukan tugas).
c. Sebelum pertandingan di mulai bisa dicoba terlebih dahulu untuk memastikan apakah aturan mainnya sudah dipahami dengan benar.


8. BERMAIN TALI
Latar belakang :
Dalam segala hal, selalu akan kita hadapi berbagai masalah, dan kita tidak akan dapat terhindar dari masalah itu. Melalui kegiatan ini kita akan dihadapkan dengan suatu masalah dan bagaimana kita dapat keluar dari masalah itu.
Bahan : Tali raffia
Langkah- langkah
a. Potong tali raffia dengan ukuran 1,5 m dan bagikan kepada setiap peserta
b. Minta mereka berpasangan – pasangan, lalu masing – masing ujung tali yang satu diikatkan ke tangan sebelah kiri. Sebelum mengikat tali yang satu lagi ke tangan kanan, silangkan tali tersebut ke tali pasangannya, kemudian ikatlah ke tangan masing – masing, ingat, sebaiknya ikatan tidak terlalu kencang
c. Setelah itu minta mereka untuk dapat melepaskan diri dari ikatan tadi tanpa melepaskan ikatan tali
d. Jika ada pasangan yang berhasil melepaskan diri dari ikatan tersebut, mintalah mereka menunjukkan bagaimana cara mereka untuk melepaskan diri kepada teman–teman yang lain.
Tanyakan kepada mereka apa hikmah dari permainan tersebut

MENCARI DENGAN DIAM

5. MENCARI DENGAN DIAM
Peralatan : Perangko
Jumlah pemain : berapa saja
Waktu : bervariasi, tergantung jumlah pemain dan kemampuanmengobservasi
Tujuan :
• Melatih kemampuan mengobservasi
• Memupuk inisiatif

Sebuah perangko ditempel di suatu tempat dalam ruangan pertemuan sebelum para peserta datang/tiba. Instruksinya : Tiap peserta harus mencari perangko tersebut dan bila mereka telah melihatnya, mereka harus duduk diam dan tidak boleh berkata apa pun. Akan sangat lucu memperhatikan peserta-peserta terakhir. Dan tentu saja peserta yang paling akhir duduk adalah yang kalah. (permainan ini dapat juga dimainkan di luar ruangan).

6. DALAM KOLAM
Peralatan : Sebatang kapur
Jumlah pemain : bebas
Waktu : biasanya 10-15 menit
Tujuan :
• Melatih kecepatan/reflex
Anak-anak berdiri membentuk lingkaran dan di depan mereka digambar garis dengan kapur. Tiap anak harus menyentuh garis tersebut. Bila ada perintah “diair”, maka tiap orang melompat dengan kedua kakinya bersama-sama, masuk ke garis lingkaran. Bila perintahnya “didarat”, maka tiap anak melompat mundur. Perintah yang diberikan harus bervariasi, “diair, didarat, diair, diair”. Satu atau dua orang anak akan melompat dan jelas mereka akan dikeluarkan. Permainan ini cukup popular dan menyenangkan.

Permainan Mengenali Teman

3. Permainan Mengenali Teman
Peralatan : Kertas kosong, alat tulis untuk tiap peserta
Jumlah Pemain : Berapa saja
Waktu : 10-12 menit
Tujuan :
• Saling mengenal secara lebih mendalam
• Berani Mengungkapkan diri
• Melatih kecerdasan

Pemimpin membagikan kertas kosong kepada semua peserta. Seluruh peserta lalu menulis data pribadi mereka (nama lengkap, data keluarga, status, sekolah/pekerjaan, hobi, alamat, dan sebagainya). Setelah itu kertas yang sudah terisi dikembalikan kepada pemimpin. Lalu pemimpin memberikan lagi secara acak kepada peserta. Pemimpin memberikan waktu 2-3 menit kepada para peserta untuk menghafal data pribadi kawannya itu. Kemudian pemimpin menunjuk kepada salah seorang peserta dan bertanya kepadanya tentang data pribadi yang ia terima. Peserta harus mampu menjawab pertanyaan pemimpin. Sementara itu yang memiliki data pribadi harus memperhatikan benar/tidaknya jawabannya.


4. PERKENALAN RAHASIA
Peralatan : Kain yang lebar (sprei)
Jumlah pemain : semua pemain masuk dalam regu
Waktu : 10 menit
Tujuan : Saling mengenal nama

Peserta dibagi dalam 2 kelompok. Kedua regu saling berhadap-hadapan. Tetapi diantara kedua regu itu dibentangkan kain yang lebar, sehingga kedua regu tidak dapat saling melihat. Permainannya ialah : setiap regu menentukan wakilnya untuk menebak wakil kelompok lain tetapi juga ditebak. Wakil kedua kelompok berlutut berhadapan. Agar supaya lebih seru para pemain ini boleh saling memperlihatkan kaki atau sepatu. Pemimpin menghitung sampai 3 dan pada hitungan ketiga itu kain diturunkan tiba-tiba. Kedua wakil itu harus adu cepat untuk menebak siapa wakil lawannya.Wakil regu yang cepat menebak dengan tepat, mendapatkan angka untuk regunya.

Rebut dan Rampas

PERMAINAN DALAM PRAMUKA

1. Rebut dan Rampas
Peralatan : Tongkat atau sapu lidi untuk tiap anak
Jumlah pemain : bebas
Waktu : 10 menit
Tujuan :
 Melatih kecekatan
 Melatih kesetiakawanan
 Unsur hiburan
Semua anak membentuk lingkaran dengan jarak kira-kira 1 meter. Semakin ahli, jaraknya dapat semakin jauh. Tiap anak memegang tongkatnya hingga berdiri tegak di lantai. Bila ada perintah “ya” tiap anak harus melepaskan tongkatnya dan cepat-cepat menangkap tongkat teman di sebelah kanannya. Bila tongkat itu sudah keburu jatuh, maka ia dikeluarkan. Permainan ini sangat menyenangkan dan dapat bervariasi. Jarak antar anak dapat diperbesar bila anak-anak sudah mampu, perintah dapat berupa “kiri” atau “kanan”. Bila ingin permainan lebil lama, maka setelah jatuh 3 kali baru dikeluarkan.

2. Petani dan Pencuri
Peralatan : Karet gelang atau tali, kantong kacang, atau potongan kain, atauagar kelihatan sungguhan, sebuah apel.
Jumlah pemain : bebas
Waktu : 8-10 menit
Tujuan : - Melatih kecepatan
- Unsur hiburan
Anak-anak membentuk lingkaran dan seorang anak, yang jadi pencuri disuruh keluar ruangan. Selagi ia diluar, seorang anak ditunjuk sebagai petani. Sebuah benda ditaruh di tengah lingkaran. Pencuri tadi datang dan berjalan diluar lingkaran. Ia boleh memasuki lingkaran dari mana saja dan mencuri benda itu. Petani harus menangkapnya pada saat pencuri menyentuh benda tersebut. Pencuri itu harus lari keluar dari lingkaran lewat jalan masuk tadi dan ia selamat bila ia dapat keluar tanpa tertangkap. Bila ia tidak tertangkap, maka petani itu harus jadi pencuri dan dipilh petani baru.

Senin, 06 Agustus 2012

Pasang SMS Gratis Di Blog

Cara memasang SMS GRATIS di Blog - ingin sms gratis? pastinya ingin yah, kalo mau sms gratis saya punya caranya, klik ini " Trik kirim SMS Gratis " disitu anda bisa kirim sms gratis sepuasnya..Kali ini saya akan bahas bagaimana Cara memasang SMS GRATIS di Blog yang pastinya mudah deh caranya, kita akan buat sebuah halaman yg berisi form sms gratis, mau tau contohnya, lihat disini Jadi mari kita mulai, pertama klik buat laman baru, atau boleh juga buat entri baru, kasih aja judul entrinya SMS Gratis, selanjutnya anda bisa pilih dari ketiga form ini:WIDGET 1 (banner = NO , iklan sms = YES)
Widget SMS Gratis tanpa banner, Widget SMS Gratis ini bisa anda pasang diwebsite anda tanpa banner iklan di widget, tapi iklan muncul di setiap akhir sms yang dikirim.

WIDGET 2 (banner = YES, iklan sms = NO)
Widget SMS Gratis tanpa sms iklan diakhir teks sms, Widget ini tanpa iklan di akhir SMS tapi ada iklan banner kecil di bawah widget.

WIDGET 3 (banner = YES, iklan sms = YES)
Widget SMS Gratis dengan iklan diakhir sms, tapi ini iklan bisa anda tentukan sendiri, Widget ini ada iklan banner kecil di bawah widget. Misalnya ada punya blog atau website dg nama www.abc123.com, maka setiap pengunjung mengirim SMS akan ada teks -www.abc123.com- di akhir setiap sms yg dikirim.



Anda mau yang mana? jika yang pertama, maka ini codenya:

Widget 1:





Widget 2:




Widget 3:




Ambil salah satu code tersebut pastekan di entry anda dalam format edit html, dan setelah itu tinggal anda klik Terbitkan Entry.

Selesai.. sekarang anda sudah punya entri sms gratis, Selamat Mencoba..

Jumat, 03 Agustus 2012

Pengertian Survival

Definisi Survival Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi, yang akan kita bahas di sini hanyalah menurut versi pencinta alam S : Sadar dalam keadaan gawat darurat U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah R : Rasa takut dan putus asa hilangkan V : Vitalitas tingkatkan I : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya V : Variasi alam bisa dimanfaatkan A : Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya L : Lancar, slaman, slumun, slamet Jika anda tersesat atau mengalami musibah, ingat-ingatlah arti survival ini, agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan. Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah "STOP" yang artinya : S : Stop & seating / berhenti dan duduklah T : Thingking / berpikirlah O : Observe / amati keadaan sekitar P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan Mengapa Ada Survival? Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain : • Keadaan alam (cuaca dan medan) • Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan) • Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan) Banyaknya kesulitan-kesulitan biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri. kembali ke atas Kebutuhan survival Yang harus dipunyai oleh seorang survivor 1. Sikap mental - Semangat untuk tetap hidup - Kepercayaan diri - Akal sehat - Disiplin dan rencana matang - Kemampuan belajar dari pengalaman 2. Pengetahuan - Cara membuat bivak - Cara memperoleh air - Cara mendapatkan makanan - Cara membuat api - Pengetahuan orientasi medan - Cara mengatasi gangguan binatang - Cara mencari pertolongan 3. Pengalaman dan latihan - Latihan mengidentifikasikan tanaman - Latihan membuat trap, dll 4. Peralatan - Kotak survival - Pisau jungle , dll 5. Kemauan belajar Langkah yang harus ditempuh bila saudara atau kelompok anda tersesat : • Mengkoordinasi anggota • Melakukan pertolongan pertama • Melihat kemampuan anggota • Mengadakan orientasi medan • Mengadakan penjatahan makanan • Membuat rencana dan pembagian tugas • Berusaha menyambung komunikasi dengan dunia kuar • Membuat jejak dan perhatian • Mendapatkan pertolongan Bahaya-bahaya dalam survival Banyak sekali bahaya dalam survival yang akan kita hadapi, antara lain : 1. Ketegangan dan panik Pencegahan : - Sering berlatih - Berpikir positif dan optimis - Persiapan fisik dan mental 2. Matahari / panas - Kelelahan panas - Kejang panas - Sengatan panas Keadaan yang menambah parahnya keadaan panas : - Penyakit akut/kronis - Baru sembuh dari penyakit - Demam - Baru memperoleh vaksinasi - Kurang tidur - Kelelahan - Terlalu gemuk - Penyakit kulit yang merata - Pernah mengalami sengatan udara panas - Minum alkohol - Dehidrasi Pencegahan keadaan panas : - Aklimitasi - Persedian air - Mengurangi aktivitas - Garam dapur - Pakaian : - Longgar - Lengan panjang - Celana pendek - Kaos oblong 3. Serangan penyakit - Demam - Disentri - Typus - Malaria 4. Kemerosotan mental Gejala : Lemah, lesu, kurang dapat berpikir dengan baik, histeris Penyebab : Kejiwaan dan fisik lemah, Keadaan lingkungan mencekam Pencegahan : Usahakan tenang, sering berlatih 5. Bahaya binatang beracun dan berbisa Keracunan Gejala : Pusing dan muntah, nyeri dan kejang perut, kadang-kadang mencret, kejang-kejang seluruh badan, bisa pingsan. Penyebab : Makanan dan minuman beracun Pencegahan : Air garam di minum Minum air sabun mandi panas Minum teh pekat Di tohok anak tekaknya 6. Keletihan amat sangat Pencegahan : Makan makanan berkalori Membatasi kegiatan 7. Kelaparan 8. Lecet 9. Kedinginan Untuk penurunan suhu tubuh < style="font-weight: bold; font-style: italic;">Membuat Bivak (Shelter) Tujuan : untuk melindungi dari angin, panas, hujan, dingin Jenis-jenis Shelter : a. Shelter asli alam Gua : Bukan tempat persembunyian binatang Tidak ada gas beracun Tidak mudah longsor b. Shelter buatan dari alam c. Shelter buatan Syarat Shelter : - Hindari daerah aliran air - Di atas shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh - Bukan sarang nyamuk/serangga - Bahan kuat - Jangan terlalu merusak alam sekitar - Terlindung langsung dari angin Mengatasi Gangguan Binatang a. Nyamuk • Obat nyamuk, autan, dll • Bunga kluwih dibakar • Gombal dan minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga asapnya bisa mengusir nyamuk • Gosokkan sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk b. Laron • Mengusir laron yang terlalu banyak dengan cabe yang digantungkan c. Lebah Apabila disengat lebah : • Oleskan air bawang merah pada luka berkali-kali • Tempelkan tanah basah/liat di atas luka • Jangan dipijit-pijit • Tempelkan pecahan genting panas di atas luka d. Lintah Apabila digigit lintah : • Teteskan air tembakau pada lintahnya • Taburkan garam di atas lintahnya • Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya • Taburkan abu rokok di atas lintahnya e. Semut • Gosokkan obat gosok pada luka gigitan • Letakkan cabe merah pada jalan semut • Letakkan sobekan daun sirih pada jalan semut f. Kalajengking dan lipan • Pijatlah daerah sekitar luka sampai racun keluar • Ikatlah tubuh di sebelah pangkal yang digigit • Tempelkan asam yang dilumatkan di atas luka • Bobokkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka • Taburkan garam di sekeliling bivak untuk pencegahan Membuat Perangkap (Trap) Macam-macam Perangkap : • Perangkap model menggantung • Perangkap tali sederhana • Perangkap lubang jerat • Perangkap menimpa • Apace foot share Bahan : • tali/kawat • Umpan • Batang kayu • Cabang pohon Membaca Jejak Jenis : • Jejak buatan : dibuat oleh manusia • Jejak alami : tanda jejak sebagai tanda keadaan lingkungan Jejak alami biasanya menyatakan tentang : • Jenis binatang yang lewat • Arah gerak binatang • Besar kecilnya binatang • Cepat lambatnya gerak binatang Membaca jejak alami dapat diketahui dari : • Kotoran yang tersisa • Pohon atau ranting yang patah • Lumpur atau tanah yang tercecer di atas rumput Air Seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 ñ 30 hari tanpa makan, tapi orang tsb hanya dapat bertahan hidup 3 - 5 hari saja tanpa air. Air yang tidak perlu dimurnikan : 1. Hujan Tampung dengan ponco atau-daun yang lebar dan alirkan ke tempat penampungan 2. Dari tanaman rambat/rotan Potong setinggi mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah, air yang menetes dapat langsung ditampung atau diteteskan ke dalam mulut 3. Dari tanaman Air yang terdapat pada bunga (kantung semar) dan lumut Air yang harus dimurnikan terlebih dahulu : 1. Air sungai besar 2. Air sungai tergenang 3. Air yang didapatkan dengan menggali pasir di pantai (+ 5 meter dari batas pasang surut) 4. Air di daerah sungai yang kering, caranya dengan menggali lubang di bawah batuan 5. Air dari batang pisang, caranya tebang batang pohon pisang, sehingga yang tersisa tinggal bawahnya lalu buat lubang maka air akan keluar, biasanya dapat keluar sampai 3 kali pengambilan Makanan Patokan memilih makanan : • Makanan yang di makan kera juga bisa di makan manusia • Hati-hatilah pada tanaman dan buah yang berwarna mencolok • Hindari makanan yang mengeluarakan getah putih, seperti sabun kecuali sawo • Tanaman yang akan dimakan di coba dulu dioleskan pada tangan-lengan-bibir-lidah, tunggu sesaat. Apabila aman bisa dimakan • Hindari makanan yang terlalu pahit atau asam Hubungan air dan makanan • Untuk air yang mengandung karbohidrat memerlukan air yang sedikit • Makanan ringan yang dikemas akan mempercepat kehausan • Makanan yang mengandung protein butuh air yang banyak Tumbuhan yang dapat dimakan Dari batangnya : • Batang pohon pisang (putihnya) • Bambu yang masih muda (rebung) • Pakis dalamnya berwarna putih • Sagu dalamnya berwarna putih • Tebu Dari daunnya : • Selada air • Rasamala (yang masih muda) • Daun mlinjo • Singkong Akar dan umbinya : • Ubi jalar, talas, singkong Buahnya : • Arbei, asam jawa, juwet Tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya : • Jamur merang, jamur kayu Ciri-ciri jamur beracun : • Mempunyai warna mencolok • Baunya tidak sedap • Bila dimasukkan ke dalam nasi, nasinya menjadi kuning • Sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan • Bila diraba mudah hancur • Punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya • Tumbuh dari kotoran hewan • Mengeluarkan getah putih Binatang yang bisa dimakan • Belalang • Jangkrik • Tempayak putih (gendon) • Cacing • Jenis burung • Laron • Lebah , larva, madu • Siput • Kadal : bagian belakang dan ekor • Katak hijau • Ular : 1/3 bagian tubuh tengahnya • Binatang besar lainnya Binatang yang tidak bisa dimakan • Mengandung bisa : lipan dan kalajengking • Mengandung racun : penyu laut • Mengandung bau yang khas : sigung Api Bila mempunyai bahan untuk membuat api, yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu besar tetapi buatlah api yang kecil beberapa buah, hal ini lebih baik dan panas yang dihasilkan merata. 1. Dengan lensa / Kaca pembesar Fokuskan sinar pada satu titik dimana diletakkan bahan yang mudah terbakar. 2. Gesekan kayu dengan kayu. Cara ini adalah cara yang paling susah, caranya dengan menggesek-gesekkan dua buah batang kayu sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala, sehingga terbakar 3. Busur dan gurdi Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu atau parasut, gurdikan kayu keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan sediakan bahan penyala agar mudah tebakar. Bahan penyala yang baik adalah kawul terdapat pada dasar kelapa, atau daun aren Survival kit Ialah perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam perjalanan : • Perlengkapan memancing • Pisau • Tali kecil • Senter • Cermin suryakanta, cermin kecil • Peluit • Korek api yang disimpan dalam tempat kedap air • Tablet garam, norit • Obat-obatan pribadi • Jarum + benang + peniti • dll